3 Penyakit Yang Melemahkan Seorang Daie

0
34
views
Sheikh Muhammad al-Arifi
Sheikh Muhammad al-Arifi

Menjadi penyampai kebenaran itu tidak mudah. Akan ada selalu label yang ditempelkan kepadanya, seperti radikal (syadid), pemilik syurga malah pelbagai lagi. Daie memang harus hati-hati dengan penyakit jiwa yang dapat menjadi penghalang besar dalam menyampaikan kebenaran.

1. Tergesa-gesa

Tergesa-gesa tercermin dari sikapnya saat keinginannya lambat terpenuhi. Dia akan habis kesabaran, dadanya terasa sempit dan lupa pada Allah yang telah membuat aturan-aturan yang tak akan pernah berubah.

Tak sabar mahu melihat perubahan pada orang yang didakwahi. Tidak sabar dengan maksiat yang dilakukan orang sekitarnya. Tergesa-gesa menghukum dan mensabitkan dosa pahala seseorang.

Segala sesuatu akan tiba masanya. Buah-buahan akan tiba masa matangnya. Ketergesaan tidak akan membuat ‘buah matang’ sebelumn waktunya. Manusia tidak memiliki kemampuan itu, begitu pula dengan buah. Ia akan tunduk pada aturan-aturan atau sunnatullah yang dijalankan sesuai dengan ukuran dan kadarnya.

pisang-masak-pohon

Oleh sebab itu, Allah menurunkan wahyu kepada Rasulullah yang berbunyi,

” Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. ” (Al-Ahqaf 46:35)

2. Emosi

Daie terkadang suka emosi ketika melihat orang yang jadi objek dakwah menjauhkan diri dari dakwahnya. Emosi akan mendorong dirinya berputus asa, padahal dia harus sabar menghadapi orang yang didakwahi, agar suatu hari nanti hatinya bisa terbuka.

Allah berfirman dan ayat ini khusus untul penggiat dakwah,

” Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). ” (Al-Qalam 68:48)

Penggiat dakwah memang harus hati-hati merespons agar tak jadi dai pemarah sebagaimana dikisahkan tentang Nabi Yunus sehingga haru menjalani cobaan yang diterimanya.

3. Putus harapan

Orang putus asa; tidak sabar. Oleh sebab itu perkara yang mendorong seorang petani menghadapi susahnya menanam, mengaliri dengan air dan merawat tanamannya adalah kesabaran dan optimis menunggu masa supaya tanamannya berhasil.

Jika putus harapan mengatasi rasa optimis, tak bersisa lagi kesabaran untuk meneruskan pekerjaan. Itulah yang harus di lawan para pendakwah. Oleh sebab itu, Al-Qur’an ingin mengusir kebimbangan atau kecemasan yang ada dalam diri kaum mukim dan menebarkan benih-benih optimis dalam hati mereka.

ini-6-hal-yang-bikin-orang-orang-optimis-cepat-sukses

Allah berfirman,

” Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. ” (Ali ‘Imran 3:139)

Berharap hanya kepada Allah Swt. saja. Ini merupakan pertolongan besar untuk meraih kesabaran, agar tidak mudah putus asa.

Wallahua’lam.

Diolah daripada BersamaDakwah.net

Mahukan Artikel Seperti Ini Lagi? Sila Isi Form Dibawah

mm
Website yang menumpukan bahan bacaan islamik bagi yang memerlukan untuk pengisian rohani mereka. Jangan lupa like FB dan follow Twitter untuk dapatkan makluman artikel terbaru daripada kami.
Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply