Dengarlah, Dia Sedang Berbicara Denganmu

0
121
views

Dia Sedang Berbicara Denganmu

Dia Sedang Berbicara Denganmu | Apabila Nabi diangkat oleh Allah dengan darjat kerasulan, Dia tidak pernah menjanjikan dunia yang lebih enak berbanding kehidupannya sebelum menjadi seorang Rasul. Namun, tika saat mereka dihina, dikeji, difitnah, diugut oleh si pendusta agama, para Rasul tetap memahami bahawa Allah sedang berbicara dengan mereka dengan bahasa cinta-Nya,

Cinta itulah yang mengajar mereka untuk menghantar cinta-Nya ke bumi agar turut sama-sama dirasai oleh manusia-manusia yang dahagakan suapan cinta sejati meski adakalanya cinta itu tidak berbalas.

Itulah ceritera cinta yang agung. Cinta yang menggerakkan dan menghidup,bukan cinta yang menjadi candu seperti cinta lelaki kepada kekasih gelapnya.

Nyata sekali ujian itu bersifat membersihkan. Membersihkan jiwa dan raga dari pergantungan dari selain-Nya. Dihilangkan objek yang menjadi pergantungan (keluarga, taulan, harta dll) sedikit demi sedikit, sehingga akhirnya kita menyembah tunduk dan mengakui pergantungan total kita hanya pada Allah.

Jangan pernah lupa nikmat Allah yang dihantar pada kita.

Tatkala hati kita kering namun disiram-Nya dengan wahyu Ilahi

Tatkala kita tersasar jauh Dia menarik tangan kita keluar dari lohong kesesatan

Tatkala orang lain berbangga dengan fesyen-fesyen kebatilan Dia menghadiahkan ketenangan tiap kali kita mengenakan hijab labuh kita

Tatkala kita sangka kita sunyi Dia memberi kita ruang untuk merasai nikmat ukhwah kerana-Nya.

Maka jangan pernah kita lupa kerna Tuhan sesekali tidak akan menyia-nyiakan kita insyaAllah.

Jangan pernah menyangka ujian itu tanda kita kalah, tapi ia adalah deklarasi cinta Allah yang berkata kepada seluruh penduduk langit: ‘Inilah hambaku.’

“..Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal. Jika Allah menolongmu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu. Tetapi jika Allah membiarkanmu, maka siapa lagi yang dapat menolongmu sesudah itu? Kerana itu, hendaklah kepada Allah sahaja orang-orang mukmin bertawakal.”
(Ali-Imran: 159-160)

Penulis : Amal Asyura

Blog Penulis : iniceriteraku.wordpress.com

Mahukan Artikel Seperti Ini Lagi? Sila Isi Form Dibawah

mm
Website yang menumpukan bahan bacaan islamik bagi yang memerlukan untuk pengisian rohani mereka. Jangan lupa like FB dan follow Twitter untuk dapatkan makluman artikel terbaru daripada kami.
Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply