Lumrah Dakwah Pasti Ada Halangan Namun Jangalah Berputus Asa

0
18
views

ilustrasi-640x427

Setiap amalan yang dilakukan oleh seorang muslim pasti ada kemudahan dan ada pula rintangannya. Begitu juga ketika dia berdakwah.

Terkadang, seorang daie menerima cacian dan makian dari masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya. Bahkan, kadangkala keluarga terdekat juga seolah-olah menolak dakwah.

Untuk mengatasi hal tersebut, hendaklah seorang selalu berusaha untuk mendahulukan keterbukaan hati, selalu memaafkan, cinta, kasih sayang, ikhlas, dan menyingkirkan keuntungan keduniaan dalam dakwahnya.

Sungguh, Allah Ta’ala berfirman,

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS.Al-A’raaf: 199).

Seorang daie harus menjadikan ayat berikut ini menjadi pelita yang menerangi kehidupan dakwahnya, iaitu firman Allah Ta’ala,

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ – وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.

Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fushshilat: 34-35).

Wahai para dai!

Janganlah berputus asa menghadapi tentangan dakwah, karena rasa putus itu akan menjadi bumerang bagi dakwahmu sendiri.

Janganlah pernah terlintas di hatimu, “Sudah berulang kali aku mengajaknya kembali kepada jalan yang benar, tetapi dia tidak juga menurutiku.”

Tengoklah ke belakang, bertahun-tahun Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukan dakwah tanpa kenal lelah, tidak pernah putus asa, dan meninggalkannya sampai kejayaan itu datang dengan tersebarnya agama Islam di seantero dunia.

Hal yang sama juga dilakukan oleh para khulafaurrasyidin, para shahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in, ulama salafushalih lainnya. Mereka tidak pernah mengenal lelah dalam berdakwah.

Wahai para daie!

Ingatlah, setiap usaha yang kamu curahkan bernilai ibadah dan berpahala. Jadi, janganlah engkau memikirkan penerimaan dan penolakan mereka terhadap dakwahmu, karena hidayah sepenuhnya di Tangan Allah, bukan atas kuasamu.

Sumber Asal : Bersama Dakwah

Mahukan Artikel Seperti Ini Lagi? Sila Isi Form Dibawah

mm
Website yang menumpukan bahan bacaan islamik bagi yang memerlukan untuk pengisian rohani mereka. Jangan lupa like FB dan follow Twitter untuk dapatkan makluman artikel terbaru daripada kami.
Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply