Perhatikan Apa Nasihat Rasulullah Kepada Remaja Berusia 15 Tahun Ini

0
59
views

Judul tulisan ini adalah potongan dari sebuah hadis yang agak panjang, diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas. Rasulullah bersabda kepada Ibnu Abbas (ra):

tumblr_lpum497lFr1r008mdo1_400

“Yaa ghulaam, inni u’allimuka kalimaatin, ihfazhillaha yahfazhka, ihfazhillaha tajidhu tujaahaka” ; Wahai anak muda, aku akan mengajarimu beberapa kalimat : Jagalah Allah nescaya Allah menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya dihadapanmu ….
(H.R at Tirmidzi, Hadits Hasan Sahih).

Hadis ini adalah nasihat dari Rasulullah kepada Ibnu Abbas yang saat itu baru menginjak usia baligh yaitu pada umur 15 atau 16 tahun sehingga disebut ghulam atau anak muda.

Dalam potongan hadits ini, ada dua nasihat penting yang disampaikan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam kepada Ibnu Abbas yaitu :

Pertama : “Jagalah Allah nescaya Allah menjagamu”. Ini adalah kalimah yang agung dan tinggi. Jagalah (Allah) artinya jagalah batasan batasan serta syariat Allah dengan melaksanakan perintah perintah dan menjauhi larangan larangan-Nya. Demikian pula dengan mempelajari agama-Nya, sehingga dengannya engkau beribadah dan bermuamalah (berinteraksi dengan orang lain) dan engkau mendakwahkannya di jalan Allah.

Jagalah Allah, nescaya Dia menjaga agamamu, keluargamu, hartamu dan dirimu kerana Allah membalas orang orang yang telah berbuat baik, dengan kebaikan-Nya. Allah berfirman : “Hal jazaa-ul ihsan illal ihsaan” Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula (Q.S ar Rahmaan 60).

Dan yang paling penting dari penjagaan Allah terhadap seseorang adalah penjagaan-Nya atas agamanya dan menyelamatkannya dari kesesatan, kerana jika seseorang diberi petunjuk maka Allah Ta’ala akan menambahkan petunjuk-Nya, Allah Ta’ala berfirman : Walladziinah-tadau zaadahum hudan wa aataahum taqwaahum”. Dan orang orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberi mereka (balasan) ketakwaannya. (Q.S Muhammad 17).

Jadi, dari keterangan ini diketahui bahawa orang yang tidak menjaga Allah, maka dia tidak berhak mendapatkan penjagaan-Nya. Sehingga dalam hal ini ada dorongan (bagi seseorang) untuk selalu menjaga batasan batasan Allah Ta’ala.

Kedua : “Jagalah Allah maka engkau akan mendapati-Nya dihadapanmu” Maknanya adalah bahwa Allah akan selalu membimbing dan menunjuki hambanya kepada setiap kebaikan dan memudahkan untuk melakukannya serta menghindarkan dari segala keburukan.

Terlebih lagi jika menjaga-Nya dengan memohon pertolongan-Nya. Jika seseorang memohon pertolongan Allah dan bertawakal kepada-Nya, cukuplah Allah baginya (yang akan memberikan semua yang diinginkannya) dan dia tidak memerlukan pertolongan siapapun selain-Nya.

Ketahuilah bahawa sahabat dan orang orang shalih senantiasa berusaha menjaga (agama) Allah sehingga mereka selalu mendapatkan kebaikan yang banyak yaitu :
(1) Selalu dijaga Allah dan
(2) Selalu ditolong dan dilindungi Allah.

Mari kita lihat bagaimana penjagaan dan pertolongan Allah kepada sahabat, diantaranya kepada Abdurrahman bin ‘Auf yang selalu menjaga Allah. Dia adalah termasuk lapan orang yang pertama masuk Islam yaitu diajak oleh Abu Bakar as-Siddiq. Pada saat datang perintah hijrah dari Mekah ke Madinah maka tanpa ragu sedikitpun, beliau langsung berhijrah.

Hartanya yang banyak jatuh ke tangan kafir Quraisy sedangkan bisnesnya yang begitu besar dan menguntungkan di Makah juga ditinggalkan demi menjaga (agama) Allah. Lalu Allah Ta’ala menjaga dirinya, menjaga agamanya dan memberinya berbagai kebaikan.

Di Madinah, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’. Sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik bahwa setelah dipersaudarakan dengan Sa’ad maka Sa’ad berkata kepada Abdurrahman : Saudaraku, aku seorang terkaya di Madinah.

Ambillah separuh hartaku yang kau suka, aku juga memiliki dua isteri, pilih satu yang kau suka, dan nikahilah! Lalu Abdurrahman bin Auf menjawab : Semoga Allah melimpahkan berkahNya padamu juga pada keluarga dan hartamu. Saya hanya bermohon agar ditunjukkan arah pasar

Sa’ad kemudian menunjukkan padanya di mana letak pasar. Maka mulailah Abdurrahman berdagang di sana. Belum lama menjalankan usaha dagangnya di pasar Madinah, ia berhasil mengumpulkan uang yang cukup dan juga ingin menikah. Ia pun mendatangi Rasulullah seraya berkata : Saya ingin menikah, ya Rasulullah,” katanya. “Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu” ?, tanya Rasulullah Salallahu ‘alahi Wasallam. Abdurrahman menjawab : Emas sebesar biji kurma. Lalu Rasulullah merestuinya dan menyuruh untuk mengadakan walimah meskipun dengan memotong seekor kambing.

Jadi Allah Ta’ala telah menjaga dan menolong Abdurrahman bin ‘Auf sehingga dia menjadi pembela Islam dalam berbagai peperangan dan memiliki harta yang banyak yang sebagian besarnya digunakan untuk perjuangan menegakkan Islam dan membantu orang-orang yang memerlukan.

Oleh kerana itu jagalah (agama) Allah niscaya Allah akan menjaga kita. Sungguh ini adalah salah satu cara terbaik untuk mendapat penjagaan dan pertolongan-Nya.

Sumber Asal : Laman Facebook Ustaz Iqbal Zain

Artikel Yang Berkaitan :

Mahukan Artikel Seperti Ini Lagi? Sila Isi Form Dibawah

mm
Website yang menumpukan bahan bacaan islamik bagi yang memerlukan untuk pengisian rohani mereka. Jangan lupa like FB dan follow Twitter untuk dapatkan makluman artikel terbaru daripada kami.
Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply