Virus Zika : 4 Perkara Yang Kita Boleh Muhasabah Bersama

0
62
views
pengajaran daripada virus zika
kredit

Sejak kebelakangan ini kita dikejutkan oleh fenomena wabak virus zika. Virus zika adalah berpunca daripada gigitan nyamuk. Ribuan manusia di seluruh dunia terutama di Amerika Selatan diancam virus ini.

Menurut ahli perubatan, virus zika adalah, “Virus yang proses penularannya melalui nyamuk Aedes aegypti. Juga merupakan satu spesis dengan virus lain seperti virus penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.” (www.deherba.com). Virus ini banyak menyerang ibu yang sedang hamil dengan merosakkan otot dan saraf di otak janin yang boleh membuat otak bayi cacat atau mengecil.

Dalam Bahasa Arab, nyamuk disebut ba`udhah, birmisy, ataunaamuus. Kita sering melihat nyamuk sebagai binatang yang sentiasa menganggu kehidupan kita. Kerana nyamuk kaki, tangan, atau wajah kita kemerahan setelah dihisap olehnya. Bukan setakat hisap darah kita sahaja, suaranya saja sudah membuat kita tidak keruan, bukan? Nyamuk juga boleh mengakibatkan kematian.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 26, Allah Subhanahu Wata’ala menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا

“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih dari itu.”

Banyak pengajaran yang boleh  kita ambil sebenarnya daripada seekor nyamuk.

#1 Janganlah Kita Sombong

Apa yang harus kita banggakan dengan diri kita? Kekuatan fizikal? Dengan virus zika kita belajar untuk sedar dan tidak jadi orang yang sombong, lupa daratan, memandang orang lain dengan pandangan yang remeh.

Memang nyamuk boleh dikatakan lemah kerana bentuk fizikalnya yang kecil dan lemah. Tapi siapa sangka nyamuk yang kecil itu mampu membuatkan kita tak berdaya walau betapa kuatnya kita dan bijaknya kita?

Kita selalu merasa diri kitalah yang paling kuat dan berkuasa hanya kerana memiliki kekuatan material seperti senjata dan teknologi. Dan akhirnya kelalaian membuat mata hati kita tertutup, bahawa suatu saat keangkuhan tadi akan menjadi kerugian bagi diri kita sendiri.

#2 Jangan Pernah Memandang Kecil Setiap Kebaikan Dan Keburukan

Sedikit dari kebaikan yang kita lakukan, kerjakanlah dengan istqomah dan penuh disiplin. Rasulullah bersabda,

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun itu.”

Begitu juga dengan keburukan dan perbuatan maksiat, jangan pernah kita pandang dengan sebelah mata. Dosa kecil tidak akan selamanya menjadi kecil jika kita terus melakukannya. Tutuplah segera lubang-lubang yang berpotensi menyeret kita melakukan perbuatan maksiat yang lebih besar.

Virus zika pada mulanya bermula dari nyamuk yang kita pandang remeh dan lemah, tapi apa kesannya?

Ribuan ibu telah melahirkan bayi yang cacat. Jadi adakah kita Mahu amal kita cacat oleh kemaksiatan kita sendiri?

Sesuatu yang nampak remeh dan enteng belum tentu tidak memiliki nilai. Sayyidatina Aisyah RA memperingatkan sikap memandang enteng dosa-dosa yang dianggap kecil,

“Janganlah kalian memandang remeh sesuatu yang kecil (dosa-dosa kecil) sesungguhnya gunung yang tinggi awalnya berupa batu-batu kecil.”

#3 Janganlah Kita Jadi Seperti Nyamuk

Jangan kita menjadi orang yang mempergunakan orang lain tanpa kita berikan haknya. Kita meminta tolong orang lain, setelah itu kita membiarkan mereka dalam keadaan tidak berdaya.

Jangan kita menjadi seperti nyamuk yang mengotori orang sekeliling dengan perkara-perkara yang mungkar. Kita harmonikan suasana sekeliling kita dan rumah kita dari “nyamuk-nyamuk” yang merosakkan iman dan akidah kita. Kita basmi telur-telur nyamuk maksiat.

#4 Sentiasa Berbaik Sangka Kepada Allah

Sebagai hamba Allah hendaklah kita sentiasa optimis dengan pertolongan Allah. Allah akan menolong siapa yang Dia hendaki. Siapa sangka di sebalik lemahnya nyamuk boleh mengakibatkan sesuatu.

Contohnya kisah Namruz, raja yang sangat zalim dan menganggap dirinya sebagai tuhan akhirnya mati disengat nyamuk.

Kita sebagai umat Islam sering dipandang serong oleh agama lain sebagai golongan terorist atau ahli korupsi sehingga muncul ungkapan, “Lebih baik pemimpin kafir daripada pemimpin muslim yang korupsi.”

Dengan meletakkan sandaran kita kepada Allah, kita akan dapat keupayaan yang besar untuk perjuangan menegakkan kalimat Allah. Orang-orang lemah itu boleh menjadi asbab datangnya pertolongan, kemenangan, dan kelapangan rezeki daripada Allah.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

“Boleh jadi, seorang (mukmin) yang miskin, lemah, compang camping lagi berdebu, tertolak setiap mendatangi pintu-pintu, Tetapi jika bersumpah dan berdoa pasti Allah memperkenankan permohonannya.”

Tanamkan keyakinan apa yang dimiliki oleh orang-orang kafir tidak ada harganya sekadar sayap seekor nyamuk . Tumbuhkan pula rasa optimis akan dekatnya nusrah (bantuan) daripada Allah, karena orang-orang yang beriman jauh lebih mulia dan lebih tinggi.

“Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati padahal kamulah yang lebih tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali Imran : 139)

Sumber

Mahukan Artikel Seperti Ini Lagi? Sila Isi Form Dibawah

mm
Website yang menumpukan bahan bacaan islamik bagi yang memerlukan untuk pengisian rohani mereka. Jangan lupa like FB dan follow Twitter untuk dapatkan makluman artikel terbaru daripada kami.
Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply